Volare Via

Langit malam sebagai selimut hari, dihiasi dengan bintang jutaan mil jauhnya. Rezim yang memuaskan, berdiri tegak ditengah kehampaan akan dedaunan musim gugur. Volare yang indah nan mewangi. Via yang anggun nan mempesona, menatap ke atas langit tanpa batas, ke atas langit lebih luas dari lautan biru,  melayang tanpa beban. 


Tangisan langit membasah bumi pertiwi, menumbuhkan tunas kehidupan. Apakah hal serupa akan terjadi bila hujan menetes dari mata indah? Bila itu nyata, lantas mengapa kita lelah? Rezim yang dibangun dibalik pesona alam halusinasi, tidak pernah mencercah setitik kegelapan pun. Sebuah rumah bagi para pemimpi seperti kita, hilang dan kebingungan. Volare Via, apakah kita gagal? Akankah bisa bagi kita untuk pulang?


Mata kristal terbentuk di wajah kita, basah, sebasah lautan, berkilau layaknya sebuah permata yang terhantam di bawah tekanan bumi pertiwi. Keindahan akan sebuah mata kristal yang basah, memberi tunas kebahagiaan dalam hati kita, terbentuk dari darah dan daging.

Comments